skip to content
Catercilku
Back

Islamis yang Sering Nongkrong dengan Orang Sosialis

Banyak orang yang mungkin salah paham ketika aku sering kali ikut nimbrung atau asyik membahas hal-hal yang berbau Kiri atau Sosialisme. Terkadang, karena intensitas obrolan tersebut, beberapa orang mungkin akan menganggapku sebagai seorang Kiri sejati. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, aku ingin meluruskan beberapa hal.

Pertama dan yang paling utama, aku lebih condong dengan segala nilai-nilai Islam. Dan bagiku, Islam adalah kebenaran yang mutlak dalam segala hal dan aspek kehidupan. Boleh dong ya aku berpendapat begitu, itu hak diriku untuk berpendapat… Aku merasa bahwa identitas yang paling pas untuk diriku adalah seorang Islamis. Nilai-nilai, prinsip, dan pandangan hidupku bersumber kuat dari ajaran agama Islam. Walaupun memang sepertinya diriku saat ini nyatanya masih jauh dari sifat-sifat yang diajarkan oleh Nabi (semoga saja bisa jadi lebih baik ya…wkwkwk).

Memang benar, aku terkadang suka membahas topik-topik berbau Kiri. Namun, bukan berarti aku adalah seorang penggiat atau pendukung Kiri garis keras. Aku hanya suka membahas perihal “tongkrongan” mereka dan bertukar pikiran. Alasan utamanya adalah karena memang ada beberapa hal (saja) yang menurutku sejalan dan setuju dengan apa yang aku yakini selama ini, seperti perihal kepedulian terhadap sesama dan kritik terhadap ketimpangan.

Selain dari irisan kecil itu, fondasiku tetap berpijak tegas pada nilai-nilai Islam, bukan pada kerangka ideologi Kiri. Tulisan ini sengaja aku buat sebagai media pelurusan, takutnya karena aku kadang membahas perihal Kiri, orang-orang akan menganggapku benar-benar seorang Kiri. Apalagi, di Library Digital web blog ku ini aku juga menambahkan beberapa buku yang membahas perihal Kiri, jadi dirasa sangat perlu bagiku untuk memperjelas posisiku.

Jadi, untuk merangkum dan memperjelas semuanya, balik lagi dengan statement-nya:

Aku lebih suka disebut sebagai seorang Islamis yang sering nongkrong dengan orang-orang Sosialis.

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.