Aku Takut Tidak Jujur
Aku takut… Takut jika aku menjadi orang yang tidak jujur. Bukan hanya takut dipandang buruk oleh sesama, tapi lebih dalam dari itu, aku takut kehilangan cerminan diriku sendiri.
Aku takut jika suatu hari nanti, kata-kataku tak lagi bisa dipercaya. Aku takut senyumku menyimpan kepalsuan, dan tindakanku hanyalah topeng untuk menutupi kegelisahan nurani. Aku takut menjadi orang yang ringan berkata bohong, walau awalnya hanya hal kecil. Aku takut jika akhirnya aku menjadi pribadi yang mengkhianati nilai-nilai yang seharusnya kujaga.
Lebih dari segalanya, aku takut di hadapan Tuhan. Takut jika aku mulai menipu diri sendiri demi kenyamanan sesaat. Takut jika langkahku menjauh dari cahaya yang seharusnya membimbing. Karena kejujuran bukan sekedar perkara benar atau salah, tetapi tentang kesetiaan pada nurani yang bersih.
Aku pernah melihat seseorang, seseorang di tempat ‘ku menimba ilmu, seseorang yang tidak menggurui, tetapi memberi teladan dalam kejujuran yang tulus. Ia tidak mengangkat suara, tidak memaksa. Tapi caranya hidup, caranya berkata, caranya bertindak… membuatku terdiam. Darinya aku belajar, bahwa jujur itu bukan untuk dipamerkan. Jujur itu tentang keberanian diam-diam, tentang memilih yang benar walaupun arus yang telah menjadi lawan. Tentang setia pada prinsip, bahkan saat tidak ada hadiah menunggu. Kesetiaan pada jalan itu, walaupun godaan dilema selalu saja muncul di depan mata.
Aku ingin seperti itu. Ingin tetap bisa menatap mata orang lain dengan tenang. Ingin bisa tidur tanpa beban rahasia. Ingin berdiri di hadapan Tuhan tanpa membawa dusta dalam genggaman.
Terkadang aku rapuh, terkadang aku tergoda untuk menyimpang. Tapi semoga aku selalu diberi kekuatan. Harus jujur, meski menyakitkan. Harus jujur, meski sunyi. Harus jujur, karena aku ingin hidup damai, di mata manusia, dan terutama, di mata Tuhan.
Jejak Pembaca
Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.