Buku, Musik dan Coding
Ada masa-masa ketika dunia terasa agak sunyi. Obrolan menurun, aktivitas terasa hampa, dan pikiran berjalan terlalu jauh. Pada momen seperti itu, aku selalu kembali pada tiga teman lamaku: buku, musik, dan coding.
Buku menenangkan pikiranku. Dari halaman-halamannya, aku bisa berpindah ke dunia lain meninggalkan dunia material ini, bertemu tokoh-tokoh baru, dan menemukan perspektif yang tidak terpikir sebelumnya.
Musik menjadi ruang aman. Nada-nadanya mengisi kekosongan yang kadang tidak bisa diungkapkan kata-kata.
Dan coding, aneh tapi nyata menjadi tempat paling jujur. Kode selalu apa adanya: logis, konsisten, dan tidak menilai apa-apa. Di situ aku merasa sibuk, produktif, dan sedikit lebih terkendali.
Ketika loneliness datang, mungkin aku tidak benar-benar sendiri. Aku hanya sedang kembali ke lingkaran kecil yang paling bisa kupahami.
Jejak Pembaca
Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.