skip to content
Catercilku
Back

Tuhanku

Aku menemukan cinta kasih bukan dalam gemerlap dunia atau riuhnya manusia, melainkan dalam sunyinya dinding bilik ini dan lurusnya hamparan sajadah.

Dalam sujud yang hening, aku bersimpuh menyembah dan mengagungkan-Mu, Tuhanku, Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Butiran dzikir mengalun lembut, menuntunku untuk menyelami kedalaman makna dan cintaku kepada-Mu.

Deretan kalam suci Al-Qur’an mengalirkan ketenangan yang tak mampu diberi oleh dunia yang fana ini. Saat ‘ku resitasi ayat demi ayat, hatiku larut, jiwaku lepas dari belenggu kesementaraan ini.

Di tengah ketenangan serta kedamaian ini, aku berdoa dalam diam, dengan harapan do’a ini ingin dikabulkan pada suatu hari nanti oleh-Mu…

Wahai Allah, wahai Sang Maha Kasih, jika tiba saatnya aku kembali kepada-Mu, izinkan aku berada dalam tubuh yang suci, jiwa yang bersih dari noda, dalam keadaan beribadah kepada-Mu, berdo’a kepada-Mu atau bersujud memohon ampun kepada-Mu, seraya mengagungkan betapa tak terbatasnya kebesaran dan kekuasaan-Mu itu. Allah, aku ingin pulang bukan sebagai hamba-Mu yang lalai, tapi sebagai pencinta yang tak pernah lelah merindukan-Mu dan Kekasih-Mu yaitu Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Aamiin.

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.