Olahraga dan Senyuman Alam
Sabtu pagi, seperti biasa aku mengawali hari dengan berolahraga. Langkah kaki ringan di antara keramaian orang-orang yang juga menyambut pagi dengan semangat. Di antara mereka, senyum-senyum hangat bertebaran, senyum yang tak saling mengenal, tapi seolah mengerti bahwa kita sedang sama-sama mengisi hidup.
Udara pagi begitu segar, menyelinap lembut ke dalam dada. Kabut tipis masih menggantung rendah, seakan belum rela meninggalkan malam. Dan di ufuk timur, matahari mulai menampakkan diri perlahan, membelah langit dengan cahaya keemasannya.
Saat itu, aku terdiam sejenak. Menikmati keindahan yang tak dibuat-buat. Sunrise pagi itu dengan kabut dan sinarnya terasa seperti senyuman dari seorang wanita yang anggun. Senyuman yang tenang, tulus, dan menyejukkan batin. Ia tak berkata apa-apa, tapi mampu meredakan gelisah yang mungkin tersembunyi dalam hati.
Di pagi seperti ini, aku merasa hidup. Merasa cukup. Dan merasa bersyukur.
Jejak Pembaca
Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.