skip to content
Catercilku
Back

Program yang lebih realistis dibandingkan KODING KA

Sebagai seseorang yang berasal dari latar belakang IT, justru aku pribadi sendiri tidak sepenuhnya menyetujui program Koding KA yang diterapkan secara masif kepada siswa SD, SMP, dan SMA seperti belakangan ini. Menurutku, kemampuan pemrograman (dan bentuk-bentuk semisalnya) seharusnya cukup difokuskan pada dunia profesional seperti pada jenjang vokasi, politeknik, atau perguruan tinggi, bukan dijadikan sebagai keterampilan wajib bagi semua siswa.

Yang lebih mendesak dan realistis untuk ditekankan menurutku sejak masa sekolah adalah literasi mengenai ekonomi, bisnis, investasi, kreativitas, inovasi, bahasa Inggris, dan wawasan internasional. Hal-hal inilah yang bisa membentuk karakter generasi muda agar mampu beradaptasi, berpikir terbuka, dan siap menghadapi tantangan global.

Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia itu masih berada pada tahap negara berkembang. Karena itu, arah pendidikan seharusnya tidak hanya mengejar tren teknologi, melainkan membangun pondasi berpikir, berwirausaha, dan berkolaborasi yang kokoh. Tanpa pemahaman ekonomi dan wawasan global, kemampuan teknis seperti koding justru akan menjadi sempit dan tidak kontekstual terhadap kebutuhan bangsa ini.

Selain itu, investasi negara di bidang pendidikan seharusnya semakin diperkuat, bukannya malah dipangkas. Pendidikan adalah akar dari kemajuan. Jika akar itu rapuh, mustahil pohon bangsa ini tumbuh tinggi dan berbuah lebat.

Dengan memperkuat fondasi pendidikan yang relevan, adil, dan berorientasi pada kualitas manusia Indonesia, barulah kita bisa benar-benar menyiapkan generasi yang siap bersaing secara global demi menyambut Indonesia Emas 2045.

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.