skip to content
Catercilku
Back

Bersekatkan Buku

Jika ditanya, “Seberapa penting arti buku bagimu?”

Jawabannya adalah, segalanya.

Aku adalah penjelajah yang ingin selalu berlayar dalam lautan pengetahuan, berpetualang melewati pulau-pulau pemikiran dan pencari danau berair segar pelepas dahaga penyembuh hampanya jiwa akibat fananya dunia.

Sering ‘ku berimajinasi memiliki ruang tempatan yang luas dengan isian buku disekelilingnya, di lantai satu dan dua, dan di setiap arah mata angin. Aku duduk, berkeliling dan sesekali melihat kearah luar jendela, melihat ramainya kota pada jendela sebelah timur dan hijaunya savana dan gunung pada jendela sebelah barat.

Jika suatu hari nanti, di hari yang akan datang aku bisa membangun rumahku sendiri, aku ingin menyisihkan dua per lima luas tanah itu ‘tuk dijadikan sekotak ruangan.

Ruangan yang tak berpintu, agar semua kalangan manusia bisa memasukinya. Laki-laki dan perempuan. Si kaya dan si miskin. Si kulit putih dan si kulit hitam. Si pintar dan si bodoh. Dan aku juga tidak ingin tempat itu bersekatkan tembok dan beton didalamnya. Biarlah… ‘kan kubiarkan buku-buku tipis dan tebal itu yang akan menempati ruang-ruang kosongnya agar menjadi sebuah savana yang bebas, bebas untuk berpikir, bebas untuk berimajinasi serta bebas ‘tuk bertukar pikiran bagi semua kalangan dengan didalamnya hanya bersekatkan buku.

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.