skip to content
Catercilku
Back

Siapa Buruh itu?

Salah satu bentuk pengaburan terhadap istilah Buruh yang terjadi dalam sejarah bangsa ini adalah melalui penghapusan makna sejatinya, bersamaan dengan pembantaian terhadap gerakan Serikat Buruh dan individu yang berafiliasi dengan sayap kiri. Nama Buruh kemudian digantikan dengan istilah yang terdengar lebih “bersih” dan “netral”: Pegawai dan Karyawan. Padahal esensinya tetap sama, mereka semua adalah Buruh.

Serikat Buruh bukanlah ekslusifitas hanya untuk yang ada di pabrik dan di ladang.

Jika kamu seorang desainer grafis di sebuah kantor, kamu adalah Buruh!

Jika kamu seorang programmer yang membuat perangkat lunak untuk perusahaan, kamu adalah Buruh!

Jika kamu seorang karyawan penjaga toko handphone di pusat perbelanjaan, kamu adalah Buruh!

Jika kamu seorang frontliner di sebuah restoran cepat saji, kamu pun adalah Buruh!

Tak peduli seberapa canggih perangkat yang kamu gunakan, seberapa mewah pakaian kerjamu, atau seberapa tenang suasana kantormu, selama kamu menjual waktumu, pikiranmu, tubuhmu untuk keuntungan orang lain, kamu adalah Buruh.

Dan tak ada yang hina dari sebuah nama Buruh. Yang hina adalah sistem yang membuat kita merasa malu menyebutnya. Yang paling mematikan adalah ketika kita lupa siapa kita sebenarnya.

Mereka bisa membungkam sejarah, tapi mereka tak bisa membungkam kesadaran. Dan selama kata ‘Buruh’ masih kau sebut dengan gentar, maka rantai itu masih menggenggam lehermu. Patahkan genggaman itu. Sebut namamu sendiri dengan lantang wahai kaum pekerja… wahai kaum Marhaen.

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.