skip to content
Catercilku
Back

The Guy Named Arief Budiman

Aku pernah bertemu dengan seorang bapak-bapak bernama Arief Budiman. Beliau tipe orang yang kalau diajak ngobrol, rasanya waktu berjalan begitu cepat. Kami pernah menghabiskan malam panjang berbincang sampai pukul satu pagi. Dari obrolan itu, aku belajar banyak hal, dari mulai tentang kariernya sebagai trainer, tentang manajemen, tentang dunia sales yang ternyata punya seni dan filosofi tersendiri.

Beliau orang yang sangat suka mengobrol. Bukan sekedar bicara, tapi menuturkan pengalaman dengan cara yang hidup dan berisi. Di antara asap rokok yang menari di udara, kami berbagi kisah, ide, dan sedikit tawa. Aku masih ingat, malam itu aku menghabiskan lima batang Camel Ice Red ketika mengobrol dengan beliau.

Yang unik dari beliau, setiap kali merokok selalu membawa dua jenis rokok: 76 Apel dan Nestlite. Aku sempat bertanya, “Kenapa dua Pak rokoknya?” Beliau menjawab ringan sambil tersenyum, “Kalau yang kretek (76) itu buat santai, kalau yang mild (Nestlite) buat kalau lagi buru-buru.” Sederhana, tapi entah kenapa jawaban itu terasa penuh makna bagiku, seolah hidup pun memang butuh dua ritme: ada waktu untuk santai, dan ada waktu untuk bergegas.

Aku selalu suka berbincang dengan orang-orang yang setiap kalimatnya seperti membuka jendela baru dalam pikiranku.

Semoga suatu hari nanti, aku bisa bertemu lagi dengan beliau.

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.