Antara Wangi Dan Pergi
Manusia terkadang datang seperti angin, mencium harummu ketika tertarik, lalu hilang saat aromamu memudar dan tak lagi menarik. Mereka berdiri di sisimu kala dirimu terlihat bersinar, tapi berbalik pergi saat sinarmu meredup tak lagi memancar.
Bukan jahat, mereka hanya fana. Terikat pada kepentingannya, bukan pada hati. Hari ini kamu wangi, mereka mendekat. Esok kamu bau, mereka โkan menjauh.
Tapi di antara yang datang dan pergi, kita bisa menemukan satu dua atau beberapa jiwa yang tak pernah berubah arah.
Mereka adalah kawan-kawan sejati, jika itu temanmu.
Itu adalah jodoh yang tulus, jika ia lawan jenismu yang saling menaksir.
Tak peduli harum atau busuk, ia berdiri tetap, bukan karena terpaksa, tapi karena kesetiaan dan kejujuran telah mengakar dalam hati dan jiwanya.
Jejak Pembaca
Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.