skip to content
Catercilku
Back

Formula Daud melawan Jalut (menurutku)

/ 2 min read

Updated:

Aku sempat bertanya-tanya didalam pikiranku. Kenapa Daud yang masih belia pada saat itu dapat menumbangkan Jalut sang Raksasa?

Dikatakan bahwa Daud sudah terbiasa menghadapi ancaman dari para binatang buas demi melindungi gembalanya. Selain itu, Daud memiliki keterampilan menggunakan ketapel yang menjadi cikal bakal senjata utamanya ‘tuk menumbangkan Jalut.

Terus, apa lagi? itu saja? apa alasan Daud berani menantang Jalut yang dikatakan menurut sejarah tingginya saja hampir 3 meter itu?

Daud berani karena demi membela kaumnya. Dia mempunyai alasan untuk membela masa di pundaknya yang harus dia perjuangkan.

Kesimpulannya, jika aku ingin menumbangkan hal yang serupa seperti yang Daud hadapi, apakah aku bisa menggunakan formula yang sama dengan Daud? Aku butuh skill, pengalaman dan alasan yang kuat untuk menumbangkan sebuah “raksasa” yang sama.

S = Skill (kemampuan atau keahlian)

E = Pengalaman (jam terbang atau latihan)

R = Alasan yang kuat (motivasi, tekad, atau determinasi)

K = Kemenangan atas raksasa (hasil dari kombinasi faktor-faktor di atas)

Aku sempat berpikir, apakah S(skill) saja sudah cukup? Ataukah ada faktor lain yang membuat seseorang benar-benar bisa menumbangkan raksasa di hadapannya? Jika aku hanya mengandalkan S, mungkin itu saja tidak cukup. Tapi bagaimana jika aku menambahkan E (pengalaman)? Lalu, bagaimana jika pengalaman itu dikalikan dengan R (alasan yang kuat)? Jika R mendekati nol, maka E yang kumiliki pun terasa hambar, seolah tak banyak gunanya. Tapi jika R besar, maka E bisa menjadi pengungkit yang melipatgandakan S yang kupunya.

S+(E×R)=K

Dimana K adalah kemenangan melawan raksasa yang kuhadapi.

Jadi, jika aku ingin menghadapi raksasa di jalanku, aku harus memastikan bahwa R cukup besar, agar E yang kumiliki tidak sia-sia, dan akhirnya, bersama dengan S, bisa menjadi kekuatan yang nyata.

Sekarang, apakah aku sudah siap menghadapi raksasaku sendiri?

Jejak Pembaca

Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.