
Dualitas: Tidak Ada Kesehatan Tanpa Ada Sakit
/ 5 min read
Updated:Table of Contents
Segala sesuatu berlawanan
Heraklitus (filsuf Yunani Kuno) pernah berkata,
Tiap benda terdiri dari yang berlawanan. Kita tidak akan bisa mengenal apa itu ‘siang’ tanpa kita mengetahui apa itu ‘malam’. Kita tidak akan mengetahui apa itu ‘kehidupan’ tanpa adanya realitas ‘kematian’. Kesehatan juga dihargai karena ada penyakit.
Jika kita terlena dengan omongan dia mungkin kita akan menganggap bahwa
“Dunia ternyata berjalan sangat statis yah… semuanya hanya berpasang-pasangan”
Dengan memandang realitas seperti itu malah membuat kita jadi merasa bahwa dunia ini seperti kurang berwarna, ya kan?
Didalam dunia filsafat tidak ada yang namanya jawaban salah dan benar, semua orang berhak merumuskan pandangan dan pendapatnya. Tidak setuju? ya diskusi, debat atau sanggah argumennya. Simpel, gitu aja kok repot kalau kata Gus Dur.
Bagai aliran sungai
Sebenarnya Heraklitus tidak seberpikir statis yang dikira. Dia menganggap bahwa
Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap.
“Apa hubungannya? Kayak gak nyambung.”
Next…
Perubahan melalui pertentangan
Heraklitus melihat perubahan sebagai hasil dari pertentangan antara dua kekuatan yang berlawanan.
Kita bisa melihat hasil dari buah pertentangan didalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam salah satu fenomena alam bernama hujan.
Seperti yang kita tahu bahwa hujan pada dasarnya hanyalah uap yang menjadi sekumpulan butiran air dan membentuk awan hitam yang sering kita lihat di langit sebagai tanda-tanda bahwa saatnya bagi kita untuk cepat-cepat mengangkat jemuran atau cepat-cepat untuk membuka lipatan payung kalau sedang atau mau keluar rumah.
Panas dan Dingin
Hujan terjadi karena adanya dulitas yang saling bertentangan yang kita sering rasakan setiap harinya. Yup, panas dan dingin.
Panas matahari lah yang memanaskan permukaan air dan menyebabkan air menjadi menguap terus menjadi gas (uap air).
Dan uap air yang naik ke atmosfer mendingin, mengembun, dan membentuk awan. Ketika awan menjadi terlalu berat, barulah tetesan air jatuh ke bumi dan itulah yang sering kita sebut sebagai hujan.
Predator dan Mangsa
Didalam ekosistem ada yang namanya rantai makanan, kita tahu pada intinya ada yang namanya predator dan mangsa.
Predator adalah hewan pemangsa yang memakan hewan lain untuk dia bisa terus bertahan hidup. Sedangkan mangsa… ya hewan yang menjadi makanan bagi si predator. Walaupun pada dasarnya mungkin si mangsa juga sebenarnya juga sehewan predator juga bagi hewan lainnya yang dibawahnya untuk dia makan juga :D
But next, bayangkan kalau ekosistem tersebut atau siklus rantai makanan tersebut rusak, apa yang terjadi karena si mangsa atau si predator alias salah satu dari mereka tidak ada?
Ya rusaklah keseimbangan ekosistemnya.
Bayangkan kalau populasi hama seperti tikus meningkat di persawahan atau perkebunan dikarenakan pemangsanya macam ular atau burung sudah tidak ada karena beberapa alasan misalnya karena populasinya berkurang atau sengaja sudah dibasmi habis-habisan oleh kita. Pada akhirnya ya Petani jadi mengalami kerugian ekonomi karena hasil panennya jadi tidak bisa memenuhi target dikarenakan telah dirusak oleh hama. Terus, menyebabkan ketahanan pangan negara jadi terancam yang menyebabkan harus impor dari luar negeri lagi. Padahal negara ini memang sudah lama hobi impor, sampai cangkul saja ada yang impor.
Persatuan dalam perbedaan
Ketika Heraklitus mengatakan bahwa “segala sesuatu memiliki lawannya,” dia tidak bermaksud bahwa lawan-lawan ini saling terpisah dan tidak terhubung. Karena pada dasarnya segala sesuatu yang ada di alam semesta itu saling terhubung dan mempengaruhi satu sama lain.
Gak percaya?
Contohnya panas dan dingin tadi. Tidak akan ada yang namanya panas tanpa adanya dingin sebagai pembandingnya.
Panas itu bisa terjadi karena adanya energi kinetik (energi yang dimiliki oleh suatu benda karena gerakannya) yang partikel-partikel didalamnya terus-menerus bergerak. Semakin cepat partikel tersebut bergerak, maka semakin tinggi pula lah suhunya.
Sebenarnya, dingin itu bukanlah bentuk energi tersendiri, melainkan kekurangan energi panas!. Ketika merasakan sesuatu sebagai “dingin” (misalnya ketika kita sedang memegang sebuah es balok), artinya si es balok tersebut memiliki energi kinetik partikel yang lebih rendah dibandingkan dengan tubuh kita.
Pada intinya, perbedaan antara panas dan dingin hanyalah ada pada tingkat energi kinetiknya aja yang berbeda, hakikatnya tetap sebagai satu kesatuan, ya kan?
Holistik
Kita harus melihat dunia itu secara holistik alias dengan melihat sesuatu sebagai suatu keseluruhan yang utuh, bukan hanya sebagai kumpulan bagian-bagian yang terpisah.
Jika kita melihat kesehatan secara holistik berarti kita juga harus memperhatikan bahwa kesehatan itu tidaklah hanya fisikmu saja, tetapi juga mentalmu, emosionalmu, dan spiritualmu juga.
Adanya sehat karena adanya sakit
Ketika kita merasakan sakit kita cenderung dan sadar betapa besarnya nikmat sehat itu.
Dengan adanya sakit membuat kita lebih bisa menyadari dan mensyukuri keadaan kita ketika sedang dalam kondisi sehat.
Bagi yang sehat, siapa saja, yang kegiatannya masih lancar di luar sana. Banyak-banyaklah bersyukur dan banyak-banyaklah berterima kasih kepada Sang Maha Penyembuh, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Karena kamu masih bisa jalan-jalan, menikmati pemandangan yang indah, bercengkrama dengan kawan, makan makanan yang enak dan sebagainya hingga saat ini.
Sakit dapat menjadi guru yang keras, mengajarkan kita tentang keterbatasan diri, pentingnya menjaga kesehatan, dan menghargai yang namanya hidup.
Pengalaman sakit sering kali menjadi pemicu bagi kita untuk mengubah gaya hidup kita menjadi lebih sehat, sehingga mencegah terjadinya penyakit di masa depan.
Menjadi manusia yang lebih baik
Seperti yang telah aku bahas diatas pada poin sebelumnya bahwa perubahan ada karena adanya dualitas yang bertentangan.
Dengan adanya sehat dan sakit, harapannya dapat menjadikan pendorong bagi kita untuk bisa berubah dan berevolusi menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya. Lebih baik lagi dalam hal Jasmaninya maupun Rohaninya.
Doa
Aku, kamu, kita, semuanya siapapun yang membaca catatan ini. Semoga dalam keadaan sehat selalu dan selalu dalam keadaan penuh bersyukur setiap saatnya. Karena dengan bersyukur adalah awal mula kebahagiaan itu muncul, karena dengan kebahagiaan kita bisa lebih baik lagi dalam menikmati hidup ini.
Dan jangan lupa untuk tetap menjaga tubuhmu dengan menjalankan gaya hidup yang sehat. Tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi dan jangan lupa juga untuk sempatkan dirimu berolahraga setiap minggunya.
Penutup
Segitu saja untuk kali ini, semoga bisa bermanfaat. Mungkin pembahasan kali ini agak campur-campur #hehe… Tetapi itulah, apapun yang sedang muncul di kepala ya aku tulis saja, siapa tahu bisa bermanfaat, ya kan?
Sampai bertemu di catatan-catatanku yang lainnya.
Salam Pengembara 👋🏻
Jejak Pembaca
Bagaimana perasaanmu setelah membaca tulisan ini? Tinggalkan satu jejak di bawah.